Apakah Anda yakin ingin menghapus data ini ?

Batasi Ekspor Benih Sidat

Jakarta - Pemerintah meminta penangkapan ikan sidat dari alam tidak boleh kurang dari panjang 30 cm dan bobot 500 gram. Ini karena produksi ikan sidat di Indonesia masih sangat minim di tengah permintaan dunia yang semakin besar.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Subiakto, dalam siaran pers, Minggu (22/4), meminta masyarakat tidak menangkap ikan sidat berbobot di atas 500 gram.

Pemerintah daerah setempat juga harus membuat peraturan bahwa penangkapan ikan sidat dari alam dengan ukuran panjang kurang dari 30 cm dan bobot 500 gram harus dibudidayakan dan tidak boleh langsung dijual.

Selain itu, juga harus ada larangan ekspor benih-benih sidat jenis elver dan glass eel. Ekspor yang dilarang adalah benih-benih sidat yang berukuran panjang 30 dan diameternya minimal 2,5 cm serta beratnya sekitar 100gr.

Slamet menambahkan, sejauh ini Indonesia belum memiliki teknologi untuk pembenihan sidat, masih mengandalkan hasil tangkapan dari alam. Pihaknya sedang melakukan penelusuran tentang ekspor benih sidat ilegal bersinergi dengan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM).

Pemerintah daerah diharapkan berkontribusi mengendalikan perdagangan sidat melalui peraturan-peraturan dan ketentuan yang jelas. (Brigita Maria Lukita, Marcus Suprihadi)

Sumber : www.kompas.com | 22 April 2012